Hubungan Guru dan Siswa

Published May 31, 2012 by Selvie

Hubungan guru dengan siswa/anak didik di dalam proses pembelajaran merupakan faktor yang sangat menentukan.Dalam hubungan ini, salah-satu cara adalah adanya contact-hours di dalam hubungan guru-siswa.Contact-hours atau jam-jam bertemu antara guru-siswa, pada hakikatnya merupakan kegiatan di luar jam-jam presentasi di muka kelas seperti biasanya.Perlu digarisbawahi bahwa kegiatan belajar mengajar, tidak hanya melalui presentasi atau sistem kuliah di depan kelas. Bahkan sementara dikatakan bahwa metode dengan kuliah (presentasi) tidaklah dianggap sebagai satu-satunya proses belajar yang efisien bila ditinjau baik dari segi pengembangan sikap dan pikiran intelektual yang kritis dan kreatif.Dengan demikian bentuk-bentuk kegiatan belajar selain melalui pengajaran di depan kelas, perlu diperhatikan bentuk-bentuk kegiatan pembelajaran yang lain. Cara-cara atau bentuk-bentuk belajar yang lain itu antara lain dapat melalui dengan contact-hours tadi. Dalam saatsaat semacarn itu dapat dikembangkan komunikasi dua arah. Guru dapat menanyai dan mengungkap keadaan siswa dan sebaliknya siswa mengajukan berbagai persoalanpersoalan dan hambatan yang sedang dihadapi. Terjadilah suatu proses interaksi dan komunikasi yang humanistik.

Hal ini jelas akan sangat membantu keberhasilan studi para siswa. Berhasil dalarn arti tidak sekedar tahu atau mendapatkan nilai baik dalam ujian, tetapi akan menyentuh pada soal sikap mental dan tingkah laku atau hal-hal yang intrinsik. Dengan demikian tujuan kemanusiaan harus selalu diperhatikan, sehingga salah-satu hasil pendidikan yang diharapkan yakni human people, yakni manusia yang memiliki kesadaran untuk memperlakukan orang lain dengan penuh respect dan dignity. Namun demikian harus diakui bahwa kegiatan informal sema-cam itu belum banyak dikernbangkan. Disamping itu perlu juga diingat adanya hambatan-hambatan tertentu. Misalnya kadang-kadang masih adanya sikap otoriter dari guru, sikap tertutup dari guru, siswa yang pasif, jumlah siswa yang terlalu besar dan latar-belakang guru sendiri maupun para siswanya.

Untuk mengatasi itu sernua perlu dikembangkan sikap demokratis dan terbuka dari para guru.Apabila hal-hal tersebut dapat terpenuhi maka akan terciptalah suatu kornunikasi yang selaras antara guru dan siswa dalam proses pembelajaran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: